"MENJADI GURU ITU MENYENANGKAN!!"
Itu adalah ungkapanku hari ini. Jangan tanya bagaimana dulu.
Yaa,, dulu,, dulu sekali, sebelum aku merasakannya, menikmatinya, jawabanku cukup satu ketika orang bertanya apa cita-citaku.
Jawabanku?
"Aku mau kerja apa aja, yang penting halal dan BUKAN JADI GURU!!"
Penyebabnya? Nanti-nanti saja ku ceritakan kalau aku memiliki keinginan untuk menulisnya.
Sekarang aku ingin menceritakan salah satu muridku. Besok lusa mungkin akan kuceritakan juga murid yang lainnya, ditunggu saja! :D
Namanya Sarah. Sarah Syahirah Raila. Dia sekarang duduk di bangku kelas 3. Di kelas yang sejak awal semester lalu dipercayakn kepadaku.
Sarah adalah anak pindahan dari sekolah lain. Kelas 3 dia disini, di Pekanbaru,di kelasku tepatnya. Kelas 2 sebelumnya dia di Medan. Kelas 1 dia sekolah di Bahrain. Bahrain dalam artian sesungguhnya, sebuah negara di timur tengah sana (CMIIW).
Sarah anak yang manja menurutku. Di hari pertama dia masuk ke sekolah ini, yang notabene aku juga baru kembali lagi mengajar SD (sebelumnya SMP), aku cukup dibuat takjub olehnya. Why?
Ketika anak yang lain sedang asik mengerjakan tugasnya dan ruang kelas sedang dalam keadaan cukup hening, dia tiba-tiba teriak histeris dan menangis ketakutan. Coba saja bayangkan betapa terkejutnya aku saat itu. Pikiranku otomatis mengeluarkan alarm tanda bahaya (seperti di film2 itu lah :D ). Hahaha..
Dia langsung mendekatiku dan dengan tetap histeris dia mengadu, "Ustazah, tangan ana berdarah!"
GLEKK!! BERDARAH? DARAH??
DUH!!
Dengan sigap langsung memeriksa tangannya. And you know what??
Tangannya hanya TERGORES SEDIKIT dan bukan berdarah, tp hanya merah.. duh anak ini!!
Akhirnya kucoba untuk menenangkan dia, dan berkata "Tenanglah, jarimu tidak apa2!!"
Tapi dia tidak terima, dan hanya bisa tenang setelah tangannya diberi plester :D
Dan kalian harus tau, plester itu tidak dibukanya selama 2 minggu :D
Itu baru hari pertama. Ada banyak hal yang kadang membuat jantung hampir copot dengan kehisterisannya, salah satunya ketika gigi depannya copot sewaktu ada ekskul berenang. Bayangkan, tangannya tergores sedikit saja, dia sudah histeris, apalagi melihat darah segar keluar dari mulutnya.
Aku juga otomatis ikut kaget, ngeri juga kan kalau giginya ternyata patah (Duh,,bilang apa nanti ke orang tuanya). Aku coba bersikap tenang, menenangkan diri sendiri dan juga menenangkan dia tentunya. Tapi ternyata, setelah aku periksa, giginya yang copot itu memang sudah goyang dari awal, dan gigi barunya juga sudah tumbuh. Aku lega (pastinya). Dan ketika aku melaporkan ke orang tuanya, orang tuanya bilang "Alhamdulillah, akhirnya lepas juga.. Dia gak pernah mau buat nyopot giginya, dia terlalu takut ada yang sakit di tubuhnya." Ucapan orang tuanya membuatku tersenyum dan teringat dengan celetukan si Qory, teman sekelasnya. "Ustazah, Sarah itu kayaknya mencintai semua anggota tubuhnya, gak mau luka sedikit aja" :D Hahaha..
FYI : Seminggu kemudian, dia sudah berani ke dokter gigi, buat mencabut gigi satu lagi yang kondisinya sama dengan gigi yang sudah copot sebelumnya. Sore giginya dicabut, besok paginya langsung nyengir liatin gigi ompongnya dan berkata dengan bangga, "Ana udah berani ke dokter gigi Ustazah!! Nih buktinya!!". Huhu..lafhyu child :*
Hari ini, ada yang berubah dari Sarah. Sebelumnya dia selalu makan menggunakan sendok. Ketika kutanya mengapa, dia selalu bilang, tidak mau. Tidak pandai dan tidak suka. Nanti tangannya kotor. Awalnya aku biarkan, dalam hati "Oh, mungkin udah terbiasa menggunakan sendok". Tapi lama kelamaan juga aku yang kasian. Karna setiap makan harus pakai sendok. Bahkan makan daging dan ikan yang bertulang sekalipun.
Akhirnya kukatakan padanya, "Rasulullah makannya pakai tangan, karna makan pakai tangan itu lebih enak, lebih nikmat, tangan kita lebih bersih daripada sendok!"
Beberapa hari tidak terlalu kuperhatikan, tadi ada yang sedikit berbeda. Seorang Sarah akhirnya MAKAN PAKAI TANGAN!! Dan dia terlihat lahap sekali makan tidak seperti biasanya yang ogah-ogahan.
Penasaran kutanya, "Loh, Sarah udah bisa makan pakai tangan?"
Dengan mata yang kulihat penuh kebanggaan dia menjawab, "Iya Ustzah, ana udah bisa makan pakai tangan, diajarin sama Audrey dan Abel, soalnya kan kata Ustzah Nabi Muhammad aja makannya pake tangan".
NYESS!! Rasanya terharu. Hal kecil sebenarnya, tapi luar biasa rasanya. Kecil perubahannya, tp dampaknya cukup besar.
Setidaknya aku sekarang mengerti, meskipun judulnya "ANAK JAMAN NOW" yang sering jadi kalimat VIRAL saat ini, yang namanya anak-anak tetap saja masih polos. Baik atau buruk seorang anak, itu tergantung dengan didikannya, didikan orang tua dan orang-orang di sekelilingnya. Semoga aku bisa menjadi seorang pendidik yang mengajarkan hal-hal yang baik kepada mereka.
I wish!!